Perbedaan Teh Hitam, Teh Hijau, dan Teh Putih

Saat ini, ada banyak sekali macam-macam produk teh yang telah deperdagangkan. Tetapi, Robot Bambu kali ini hanya akan menjelaskan perbedaan tiga macam teh saja, yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh putih.
1. Teh Hitam

       Teh hitam merupakan jenis teh paling umum di Amerika Utara. Di Jepang atau di Asia lebih dikenal dengan sebutan "teh merah", karena air teh sebenarnya berwarna merah. Sementara orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk “teh rooibos” (ROY-boss) yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam atau teh merah lebih lama mengalami proses oksidasi dibandingkan teh lainnya. Aromanya kuat dan bisa bertahan lama jika disimpan dengan baik. Teh hitam mengandung sekitar setengah kafein dari kopi, atau 2-3 kali kandungan kafein pada teh hijau.
       Tiga cangkir teh hitam setiap hari dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, hipertensi, dan stroke.
       Nikmati dengan menyeduh teh dalam air panas 100 derajat Celsius selama 3 sampai 5 menit agar semua kandungan nutrisi dalam teh dapat larut. Salah satu hasil penelitian mengenai kandungan senyama kimia teh hitam yang telah dilaporkan dalam pertemuan Japan Society for Biomedical Research on Trace Elements di Tokyo menunjukkan bahwa manfaat teh hitam berkurang ketika susu ditambahkan. Jadi, dalam mengambil manfaat kesehatan teh ini, disarankan agar anda tidak menambahkan teh dengan susu atau gula.

2. Teh Hijau


       Varian teh yang pertama ditemukan adalah teh hitam. Akan tetapi, sekarang ini penggunaannya mulai tergantikan oleh teh hijau yang dipercaya memiliki lebih banyak khasiat. Teh ini populer di Jepang dan China. Teh hijau tidak mengalami fermentasi sehingga khasiatnya lebih banyak dibandingkan teh hitam. Teh ini diperoleh dari pucuk daun teh segar yang mengalami pemanasan dengan uap air pada suhu tinggi.
       Teh hijau juga memiliki antioksidan yang kuat karena mengandung polifenol organik yang tinggi. Sehingga teh hijau dipercaya dapat menurunkan kolesterol dan mencegahnya menempel di pembuluh darah, menstabilkan kadar gula, mencegah kerusakan saraf dan otak akibat penuaan, mencegah risiko jantung koroner dan mengencerkan darah.  Minum teh seperti teh hitam dan hijau membantu mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Dibandingkan Teh hitam, Teh hijau 2-3 kali lebih sedikit kandungan kafeinnya.
       Agar khasiatnya tidak hilang, Anda bisa menyeduh teh hijau dalam air panas dengan suhu 70 derajat Celsius selama 1 sampai 3 menit ketika akan mengonsumsi.

3. Teh Putih


       Teh putih diperkenalkan ke Barat pada tahun 2002 oleh Republic of Tea. Teh putih masih sangat jarang ditemui karena sulit didapat. Teh putih diperoleh dari pucuk daun teh paling muda yang belum merekah dan masih dilapisi selaput benang keperakan yang halus. Kemudian teh ini diuapkan dan dikeringkan tanpa proses fermentasi. Uniknya, meski telah dikeringkan, daun teh putih tetap berwarna putih keperakan. Air seduhannya berwarna kuning pucat, beraroma lembut segar, serta manis rasanya. Kandungan  Katekin (catechin)  pada teh putih tiga kali lipat lebih tinggi dibanding dengan teh hijau.
       Teh putih sangat baik untuk melawan kanker, sebagai tonik jantung, dan mengurangi rawan sendi.
       Anda disarankan meminum 5 sampai 6 cangkir teh putih setiap hari. Namun jangan menyeduh teh putih ini dengan suhu yang tinggi, cukup dengan suhu 60 derajat Celsius dan diseduh selama 5 sampai 7 menit. 

Segala sesuatu yang berlebihan apapun itu, tentu tidak baik.  Sehingga tidak perlu berlebihan juga dalam mengonsumsi teh. Misal saja, dari hasil penelitian di Jepang disebutkan, jika teh hitam diminum berlebihan (misal 10 gelas per hari), memiliki senyawa racun fluorine yang bisa berakibat fatal bagi tulang. Sifatnya yang kontra dengan kalsium dapat berpotensi melemahkan tulang bila dikonsumsi terlalu banyak.  Akan tetapi tentu saja lebih banyak manfaat yang dimiliki teh hitam sehingga sangat aman dan berkhasiat jika diminum sesuai aturan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Teh Hitam, Teh Hijau, dan Teh Putih"

Post a Comment