Tikus dan Bahayanya

    
sumber: wikimedia.org

      Ada sekitar 56 spesies tikus di dunia. Dua spesies tikus hidup di berbagai kota di dunia, yaitu Rattus rattus (tikus hitam) dan Rattus norvegicus (tikus Norwegia atau tikus cokelat). Kedua tikus ini didesain khusus untuk hidup di kota dengan kemampuan yang luar biasa, gigitan yang ganas dan terkadang membahayakan. Tikus-tikus ini dalam beragam warna kelabu dan cokelat dan tidak berasal dari Norwegia. Keduanya sangat mungkin asli dari Asia. Namun mereka berhasil menyebar ke mana-mana, bahkan Antartika.
      Tikus menumpang dalam migrasi manusia sejak tahun 300 SM. Membawa wabah Pes keabad pertengahan di Eropa dan merenggut lebih dari 75 juta jiwa. Mereka terus menuju ke segala kota di Bumi. Bila ada pilihan, mereka memilih gandum segar dan bahkan mangsa hidup seperti anak burung atau tikus kecil. Kesuksesan terbesar tikus ini yaitu kemampuan tinggi dalam beradaptasi. Sampah, bangkai hewan, kulit, lilin, bahkan tinja dan senang saja memakannya. Sedikit hewan yang lebih gigih dalam mencari makanan. Gigi setajam silet bisa mengunyah pipa timah, balok bata, dan kabel listrik. Gigi mereka tumbuh sekitar 12,5 cm satahun. Terus mengerat mencegah gigi-giginya tumbuh keluar dari mulut. Ini juga merupakan penangkis, pemangsa, dan ancaman serius bagi manusia. Tikus yang terpojok bisa menyerang ancaman itu. Namun seringnya serangan yang terjadi tanpa sebab yang jelas.
      Ditengah malam, tikus bisa menggigit orang yang sedang tidur, tidak ada orang yang tahu alasannya. Gigitannya tidak fatal, namun efeknya bisa fatal. Tikus adalah inang bagi minimal 60 jenis penyakit menular termasuk hantavirus, tifus, dan meningitis. Ludah tikus membawa 2 turunan bakteri beracun. Pada manusia, menimbulkan penyakit yang disebut damam gigitan tikus. Penyakit biasanya menyerang seminggu setelah gigitan. Bermula dengan demam, muntah-muntah, dan nyeri sendi lalu ruam panas muncul di tangan dan kaki. Jika tidak diobati, gejala memburuk dan bisa fatal. Korban mungkin tidak tahu sebab penyakitnya. Dampak mematikan tikus pada manusia sama kelam dan elusif seperti tikus itu sendiri.


Dikutip dari: World's Deadliest Animals, NatGeoWild tanggal 10 Februari 2016 10.30 WIB

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tikus dan Bahayanya"

Post a Comment