Cerianya Perjalanan Wisata Halal Di Eropa Barat

     
       Travel Wisata Halal Eropa Barat yang dikemas selama 10 Hari menawarkan paket wisata menarik ke Eropa seperti Milan, Mt. Titilis, Lucerne, Zurich, Frangkfurt, Amsterdam, Brusseles,dan Paris yang mengagumkan dan tidak terlupakan seumur hidup. Sebagai seorang muslim ketika kita bepergian maka tak luput dengan namanya tempat ibadah dan makanan yang jelas kehalalannya. Di era sekarang Halal Tourism atau Perjalan Wisata Halal sedang di gencarkan oleh beberapa negara agar dapat menarik semua kalangan turis terkhusus turis muslim. 
       Agar bisa ibadah dengan tenang dan aman dalam mengkonsumsi makanan yang jelas kehalalannya ketika berwisata di Eropa, kita bisa menggunakan biro Tour Wisata Muslim Paket Halal Eropa Barat yang sudah jelas dan direkomendasikan oleh para pelancong seperti, www.cheria-travel.com
Berikut adalah perjalanannya:

Hari Ke-1

Berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta untuk bersama-sama berangkat menuju Milan via Doha.

Hari Ke-2

Galleria Vittorio Emanuele II. (sumber: https://www.facebook.com/cheriaholiday/)

       MILAN, Itlia Setibanya di Milan, kita akan memulai City Tour mengunjungi atau melewati Sforza Castle, Da Vinci Statue, La Scala Theatre, Duomo Cathedral yaitu Maskot kota Milan yang memiliki arsitektur bergaya gothic. Kemudian kita akan Mengunjungi Masjid di Milan ada Masjid AL Rahman dan Masjid adCasa Della Cultura Islamica. Selanjutnya acara bebas di Galleria Vittorio Emanuele II tempat ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan  tertua di dunia. Banyak orang mengira bahwa Galleria Vittorio Emanuele II ini adalah sebuah museum, maka bisa dipastikan jawaban Anda salah besar. Bangunan yang kental aksitektur neo klasik ini adalah salah satu pusat perbelanjaan tertua di dunia, walaupun dari kejauhan lebih nampak seperti sebuah museum yang berdiri megah. brand-brand terkenal seperti Gucci, Versace, Fratelli Rossetti, Prada, Cartier dan masih banyak lainnya. Selain berbagai macam toko busana, galleria ini juga memiliki berbagai macam bar dan restoran yang menyajikan menu-menu khas Italia. Saat sudah puas berbelanja, yang harus di coba berikutnya adalah menikmati ice cream khas Italia yaitu gelato. 

Hari Ke-3

       Engelberg, Switzerland, Swiss untuk mengunjungi Gunung Titlis dengan menggunakan Cable Car yang dapat berputar 360°, kita akan mendapatkan pemandangan yang sangat memukau dan pengalaman bermain di salju Abadi Gunung Titlis di atas ketinggian lebih dari 3000m di atas permukaan laut. Gunung Titlis adalah mutiara di mahkota Swiss, dan satu-satunya ”glacier” yang dapat diakses masyarakat umum. 
       Pengelola lokasi wisata Gunung Titlis kini menyiapkan cable car baru berkapasitas delapan tempat duduk, yang akan lebih cepat membawa pengunjung langsung dari Engelbert menuju puncak dalam waktu 16 menit. Di kawasan Titlis, turis juga dapat menikmati olahraga ski mulai Oktober hingga Mei. Pada musim panas, gunung itu surga bagi pendaki dan pencinta kegiatan outdoor. Dalam cuaca dingin, kita bisa menikmati es krim Movenpick, es krim asli Swiss yang diproduksi grup Nestle. Kemudian kita juga akan menikmati Makan Siang Menu Halal di Panorama Restaurant dengan View Mt.Titlis yang sangat memukau. Siang hari, kita akan melanjutkan perjalanan ke Kota Lucerne untuk berbelanja Jam Tangan dan barang barang Branded Swiss yang sangat terkenal di Bucherer Shop. Schwanenplatz, plaza terkenal di Lucerne untuk urusan belanja, dan Bucherer adalah butik jam terbesar dan terkenal buatan Swiss. "Toko Bucherer ini adalah pusat jam berbagai macam merk (Mont Blank, Tissot, Hermes, Swarovski, Tagheuer, Longines, Calvin Klein dan banyak lagi). Karena memang  Swiss sendiri terkenal dengan 'kota jam' nya. Dimana jam dari Swiss benar-benr sangat bagus, dan banyak memiliki merk-merk terkenal didunia dan sangat mahal. Banyak juga jam dari Swiss tanpa menggunakan baterai, ada juga menggunakan tenaga kinetic, sehingga menjadikan jam dari Swiss sangat awet dan klasik. Souvenir khas Swiss adalah pisau lipat dan jam 'kuk-kuk', selain jam tentunya. Setelah makan malam kita ke Zurich untuk Cheking Hotel. 

Hari Ke-4
       ZURICH, Swiss. Setelah sarapan kita akan memulai City Tour Mengunjungi atau Melewati Chapel Bridge. Tempat ini sudah biasa dijadikan sebagai Lucerne marathon, festival in summer atau festifal makanan dan festifal-festifal lainnya. Kemudian ke Lion Monument, "The dying Lion of Lucerne" Singa sekarat, adalah salah satu monument dunia paling terkenal.
       Dipahat dari batu alam untuk mengenang tentara bayaran di Tuileries di tahun 1792. Globe trotter kembar menandai dijelaskan singa Lucerne sebagai "bagian paling menyedihkan dan paling mengharukan lalu Old Town, dan Lucerne Lake.  Di lanjutkan menuju Titisee dan mengunjungi Danau Titise. Meski unggul dengan alamnya, Lucerne tak mengabaikan akomodasi standar sebuah kota. Kota ini memiliki kawasan pertokoan yang bebas kendaraan, dipenuhi dengan toko bermerk dan kafe yang bisa dijadikan tempat nongkrong saat cuaca sedang cerah. Setelah menikmati panorama danau dengan hutan Black Forest.
        Kemudian ke Cuckoo Clok Shop and Factory dan Drubba Shop dimana kita bisa membeli Tas Koper Rimowa dan barang barang Branded buatan Jerman dengan harga Pabrik. Setelah itu, kita akan menuju Frankfurt untuk Check-in Hotel. 

Hari Ke-5
       FRANKFURT Jerman, Sarapan di Hotel kemudian memulai City Tour Mengunjungi atau Melewati Old City, Frankfurt Cathedral, Eschenheimer Turm, Goethe House and Romerberg Square. Melanjutkan perjalanan menuju Cologne untuk mengunjungi bangunan iconic Cologne yang terkenal bergaya Gothic yaitu Cologne Cathedral, Katedral satu-satunya yang berdiri gagah mencakar langit kota saat kota Köln rata akibat pemboman Perang Dunia II.
        Tidak hanya menjadi magnet para turis, UNESCO pun mengukuhkan sebagai salah satu warisan dunia. Mahakarya gotik ini berdiri tepat di jantung kota dan termasuk bangunan tertinggi ke dua setelah menara telekomunikasi dan merupakan katedral tertinggi ketiga di dunia. Kemudian ke Romanesque Church of Great St.Martin, dan City Hall serta berkesempatan juga untuk membeli souvenir khas Cologne yang terkenal dengan parfumnya karena tempt ini merupakan awal sejarah wewangian dunia. sebuah toko parfum bersejarah yang membuat nama Cologne mendunia. Setelah itu kita akan berkesempatan untuk mengunjungi Cologne Central Mosque atau Masjid Pusat Cologne yang berukuran 4500 m2 ini mampu menampung 1200 jamaah. Inilah yang membuat Masjid Cologne dianggap sebagai masjid terbesar di Jerman. Masjid yang dibangun oleh organisasi muslim Turki ini dilengkapi perpustakaan, tempat kursus, ruang seminar, pusat olah raga, kantor serta pertokoan. Selanjutnya kita akan ke Amsterdam untuk Check-in Hotel. 

Hari Ke-6

        AMSTERDAM, Belanda. Sarapan di Hotel, selanjutnya mengunjungi desa wisata Zaanse sebuah desa wisata dengan kincir angin buatan. Ada kios pembuatan bakiak (sepatu kayu) khas Belanda dengan pertunjukan cara pembuatannya. Ada pula kios pembuatan keju, melihat cara Pembuatan Klompen (kelom Khas Belanda), melihat Proses pembuatan Keju (dimana kita juga bisa membeli Keju Asli Home Made Belanda yang sangat terkenal dengan harga pabrik) dan juga berphoto dengan latar belakang Holland Windmills khas negeri Belanda. Kemudian kita juga akan mengunjungi Desa Nelayan Volendam, di mana kita dapat berbelanja souvenir yang paling murah dengan harga grosir di Tobben Shop, jajan cemilan Fresh Seafood hasil tangkapan para nelayan setempat dan tentu saja tidak ketinggalan berpose dengan Pakaian Tradisional Nelayan Belanda.
        Kemudian setelah makan siang kita akan menyusuri Canal-Canal di Amsterdam dengan Lovers Canal Cruise untuk mengunjungi tempat pengasahan Berlian yang sangat terkenal di belanda yaitu Gassan Diamond. Sebelum keliling Pabrik, kami diajak masuk ke Studio untuk menyaksikan Film Pendek tentang Batu Berlian dan sejarah berdirinya Gassan Diamonds. Bahasa yang digunakan juga Bahasa Indonesia, disesuaikan dengan tamu yang datang. Dalam film tersebut disebutkan bahwa Gassan Diamonds didirikan pada tahun 1878. Berbagai bentuk Diamond dihasilkan dari Pabrik ini, dari harga yang standar sampai harga yang super mahal. Dari cerita Tour Guide, banyak istri-istri pejabat Indonesia yang mampir ke sini dan banyak membeli Diamond, makanya orang Indonesia yang datang ke sini disambut dengan sangat hangat.
Kemudian kita juga akan melewati atau mengunjungi Dam Square, Royal Palace, National Monument, dan Central Station. Setelah makan malam kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari Ke-7
       BRUSSELS, Belgia. Makan siang dan menuju bangunan Iconic lambang ilmu pengetahuan di kota ini yaitu Atomium. Futuristik, itulah kesan pertama waktu melihat Atomium ini. Bayangkan, sembilan bola baja raksasa disusun membentuk struktur inti sebuah kristal.Begitu melihat bangunan ini kita jadi teringat pelajaran Fisika di sekolah dulu. Setiap bola baja raksasa itu mengingatkan akan suatu atom. Dan rangkaian tersebut menunjukkan suatu molekul. 
       Setelah itu, kita dapat berphoto di alun-alun kota, simbol kota Brussels yaitu Grand Place (Grote Markt), Mannekin Pis, Old Town, dan Royal Palace. Keanggunan gedung-gedung tua yang terawat baik itu berdiri seolah-olah menantang di tengah desakan perkembangan Brussel yang menjadi ibukota Uni Eropa. Alun-alun ini merupakan tujuan wisata paling penting dan juga merupakan tempat paling dikenal di Brussels, bersamaan dengan Atomium dan Manneken Pis. Grand Place berukuran lebar 68 meter dan panjang 110 meter. Selain itu, Grand Place ini telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Dilanjutkan belanja Oleh-oleh Home Made Belgian Chocolate dan mencoba cemilan ciri khas kota ini yaitu Belgian Waffle dengan berbagai Topping-nya yang menarik. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota Paris untuk Check-in Hotel. 

Hari Ke-8
Paris, Perancis. (sumber: https://www.facebook.com/cheriaholiday/)
       PARIS, Perncis. Sarapan di Hotel, kita akan berphoto di bangunan dan tempat tempat iconic kota Paris yaitu Place de la Concorde dan Champs Elysees jalanan paling mahal sejagat, Louvre Museum, Arc du Triomphe, Eiffel Tower, Les Invalides, Trocadero, Notre Dame Cathedral. 

Grand Mosque, Paris. (sumber: https://www.facebook.com/cheriaholiday/)
       Kita mengunjungi Grand Mosque Paris, Masjid ini merupakan pertama yang dibangun di Perancis dan merupakan masjid terbesar di negara tersebut. Masjid ini didirikan setelah berakhirnya Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Perancis kepada komunitas Muslim  di sana yang ikut melawan pasukan Jerman dalam sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah perbukitan utara Kota Vendun-sur-Meuse di wilayah  bagian utata-timur Perancis pada 1916. Dalam peperangan tersebut, sekitar 100 ribu tentara Muslim tewas.
       Kemudian anda diajak ke Benlux Duty Free Shop dimana kita dapat membeli Parfume dan Barang-Barang Branded Perancis lainnya dengan harga Pabrik tanpa pajak. Benelux adalah outlet kecil di depan Musée du Louvre, Pusat perbelanjaan ternama untuk barang-barang mewah dengan harga yang wajar di Paris. Memiliki berbagai merek besar seperti Cartier, Bvlgari, Balmain, Armani dan Chanel dll. Benlux menawarkan produk high-end dalam parfum, kosmetik, fashion jam tangan dan haute horlogerie, tas, perhiasan, barang-barang kulit, kacamata hitam dan aksesoris mode. Kemudian berbelanja di Pusat Perbelanjaan yang paling terkenal dan terbesar di Paris yaitu Galerie Lafayette. Tidak perlu untuk berbaris di lafayette, kita dapat menemukan apa pun yang kita inginkan di sini.  Juga akses gratis wifi kecepatan tinggi memungkinkan untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga ketika mereka ingin meminta sesuatu dari Paris. Barang-barang bermerek yang ada di sini berjejer, contoh saja Louis Vuitton, Channel, Furla, Hermes, Long Champ, hingga Dior. Meski harga barang-barang bermerek ini mahal, namun tetap saja penuh, bahkan hingga antre. Menariknya, membeli  menggunakan kartu kredit, di mesin penggesek atau EDC (electronic data capture), terdapat dua harga, dalam Rupiah atau Euro. Pelayan toko menawarkan pembeli, ingin membayar dalam Rupiah atau Euro. Ternyata, Rupiah bisa laku juga di surga belanja yang terkenal tersebut. Bila ke sini, jangan kaget harga barangnya bila dikonversi ke Rupiah cukup mahal. Bahkan ada jam tangan yang harganya hingga 85.000 Euro atau sekitar Rp 1,2 miliar, bisa seharga rumah. Meski begitu, barang mewah seperti Louis Vuitton dan Long Champ memang terkenal jauh lebih murah dibanding yang ada di Indonesia. Bahkan harganya bisa hampir dua kali lipat lebih murah jika beli di sini. Tak heran banyak yang rela mengantre demi membawa pulang tas bermerk dari sini. Kemudian makan malam dan beristirahat di Hotel

Hari Ke-9
       PARIS, perncis. Sarapan di hotel kemudian acara bebas sampai keberangkatan ke Bandara Paris untuk penerbangan kembali ke Tanah Air via Doha. Tour Tambahan berpesiar dengan cruise mengelililingi kota Paris (Bateaux Mouches).  Berputar di sungai Seine dekat distrik dan monumen utama di Paris diantaranya tempat wisata yang banyak menjadi tujuan turis seperti Eiffel Tower, Musée d’Orsay, St-Germain-des-Prés, Notre-Dame, Jardin des Plantes/Cité de la Mode et du Design, Hôtel-de-ville, Louvre and Champs-Élysées.
Hari Ke-10

          Doha – Jakarta, Hari ini kita tiba kembali di tanah air tercinta Indonesia dengan membawa pengalaman, foto-foto serta oleh-oleh yang kita borong. Dan yang jelas perjalanan ini berasa sangat manis dan tidak terlupakan seumur hidup.







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerianya Perjalanan Wisata Halal Di Eropa Barat"

Post a Comment