Manfaat Filter ND Untuk Videografi

Videografi di masa sekarang ini banyak diminati karena tersedianya ladang penghasilan seperti YouTube, dan sosial media lainnya. Untuk menunjang hasil video yang baik, ada peralatan yang dibutuhkan. Untuk para vlogger, mikrofon dan kamera dengan model layar flip mungkin dibutuhkan. Para gamer, mungkin mereka membutuhkan HDMI Capture dan greenscreen. Di sini, saya yang biasanya mengambil video saat berwisata setidaknya juga membutuhkan filter lensa. Dan yang saya bahas di postingan ini adalah filter ND (Neutral Density). 
Cara kerja filter ND adalah mengurangi cahaya yang masuk ke lensa kamera. Misalkan kita ingin membidik foto dengan shutter speed yang lambat maka kamera akan menangkap cahaya yang banyak sehingga menjadi foto yang overexposure atau terlalu terang. Nah... di sinilah filter ND ini diperlukan. Sehingga akan tercipta foto long exposure seperti di bawah ini.

Filter ND terdiri dari beberapa level mulai dari ND4, ND8, ND16, dst. Semuanya merupakan bentuk pangkat dari 2 pangkat x. Semakin tinggi level maka cahaya yang terfilter semakin banyak sehingga cahaya yang masuk ke lensa semakin sedikit. Namun ada jenis lain yang mencakup level-level tersebut yaitu filter ND variabel. Fitur filter ND variabel adalah dapat disetting level ND-nya sehingga ini lebih praktis. Namun kekurangan filter ND variabel adalah terkadang ada bagian yang tidak merata, misalnya foto terkesan vignet. Akan tetapi, filter ND variabel tetap wort it untuk digunakan.
Filter ND yang saya pakai ini yaitu Fotga Variable ND Filter. Di pasaran, filter yang saya pakai ini harganya kisaran 120ribuan. Dengan harga segini menurut saya masuk di kategori entry level, karena di atasnya masih ada filter ND dengan harga jutaan dan kualitasnya lebih baik. 
Sebenarnya alasan membeli filter ND ini untuk kebutuhan fotografi. Berhubung akhir-akhir ini saya lebih dominan ke videografi, setelah sekian lama ternyata filter ND ini penting juga untuk videografi. Di antaranya adalah. 

1. Efek motion blur pada footage
Di siang yang cerah, otomatis banyak cahaya yang masuk ke kamera. Sehingga kita perlu setting aperture, ISO, dan shutterspeed. Jika aperture sudah disetting minimum, dan ISO terendah video masih terlalu cerah maka pilihan terakhir adalah dengan kecepatan tinggi (high-speed). Efek dari hal tersebut maka akan tercipta video yang seperti di bawah ini.
 

2. Hasil bokeh di kondisi tinggi cahaya.
Untuk video, shutterspeed yang sering dipakai di kisaran 1/100. Jadi untuk mencegah over exposure saat mengambil video di kondisi cahaya yang terang adalah dengan memperkecil aperture (f semakin besar) dan  ISO diperendah. Dengan ini maka bokeh tidak bisa maksimal. Di sinilah filter ND diperlukan. 

Setidaknya sperti itulah fungsi filter ND untuk videografi. Kebanyakan filter ini dipakai di kondisi tinggi cahaya.

Anda mungkin menyukai postingan ini