Opsi Modif Gesits G1 Agar Lebih Powerful dan Awet
Motor listrik semakin populer sebagai solusi transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Salah satu yang cukup dikenal di Indonesia adalah Gesits G1, motor listrik buatan dalam negeri yang menawarkan desain modern dan biaya operasional yang relatif rendah. Meski sudah cukup nyaman untuk penggunaan harian, sebagian pengguna merasa performanya masih bisa ditingkatkan, terutama dalam hal jarak tempuh, top speed, dan kenyamanan berkendara.
Kabar baiknya, ada beberapa tips modifikasi Gesits G1 yang bisa dilakukan untuk membuat motor ini terasa lebih powerful tanpa harus mengubah karakter dasarnya sebagai kendaraan listrik yang efisien. Dengan penyesuaian yang tepat pada beberapa komponen penting, Anda bisa mendapatkan akselerasi yang lebih responsif, kecepatan maksimum yang lebih tinggi, serta pengalaman berkendara yang lebih stabil dan nyaman.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa cara modifikasi motor listrik Gesits G1 yang cukup populer di kalangan pengguna, mulai dari peningkatan performa hingga modifikasi yang dapat membantu menambah jarak tempuh baterai. Jika Anda ingin membuat Gesits G1 Anda terasa lebih bertenaga sekaligus tetap nyaman digunakan sehari-hari, tips berikut bisa menjadi referensi yang menarik untuk dicoba.
Opsi Modif Gesits G1 Agar Lebih Powerful
Ganti baterai modif 55 Ah (Li-Ion) atau di atasnya dan Gunakan LiFePO4 yang aman dari ledakan
Desain pabrikan Gesits G1 dapat menampung baterai bawaan sebanyak dua slot baterai. Kapasitas satu baterai Gesits ada di 20 Ah, dan total 2 baterai adalah 40 Ah. Satu baterai dapat menempuh jarak di sekitar 50 KM, sehingga jika ada 2 baterai di motor maka dapat menempuh jarak di kisaran 100 KM. Jarak maksimal 100 KM terbilang mepet untuk penggunaan antar kota, terlebih lagi waktu pengecasannya yang tidak sebentar.
Maka dari itu, agar menambah jarak tempuhnya per pengecasan, kita dapat memilih mengganti baterai third-party yang telah banyak beredar di pasaran yaitu 55 Ah atau di atasnya. Kalau dihitung dengan cara membandingkan dengan baterai orinya, maka baterai 55 Ah ini mampu menempuh jarak di kisaran 140 KM. Akan tetapi, dari pengalaman pemakainya, jarak tempuhnya bisa melebihinya yaitu 170 KM.
![]() |
Mengganti belt dengan rantai
Desain motor listrik Gesits G1 yang mengusung BLDC mid drive bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding tipe hub. Dengan desain tersebut, beban akan lebih seimbang ditopang oleh roda depan dan belakang. Selain itu, dengan desain ini juga lebih mudah dalam hal bongkar pasang saat penggantian ban.
Namun, tentu saja ada kekurangan yang sering dikeluhkan oleh pengguna Gesits G1 yaitu dalam penggunaan belt. Gesits menggunakan belt sebagai transfer gear dari BLDC ke roda belekang. Para pengguna umumnya membandingkan belt dengan rantai seperti yang telah banyak digunakan pada motor mesin (mosin), yang mana umur belt pada Gesits terkesan pendek dan kurang cocok digunakan untuk daerah pegunungan serta penggunaan kebut-kebutan. Apalagi belt tidaklah lebih murah dari rantai. Dibanding belt, rantai lebih bisa diandalkan dalam berbagai medan dan mode berkendara.
Untuk itu, opsi modifikasi menjadi rantai patut dipertimbangkan. Akan tetapi, ini perlu keahlian khusus kareana juga perlu mengganti gear depan dan belakangnya.
Mengaktifkan Regenerative Braking
Dinamo yang berputar dapat menghasilkan listrik sebagaimana konsep beberapa pembangkit listrik besar yang menggunakan dinamo, seperti PLTB (Pembangkit Listri Tenaga Bayu) dan PLTU. PLTB memanfaatkan angin untuk bisa memutar dinamo sehingga dapat menghasilkan listrik. Sedangkan PLTU memanfaatkan uap untuk bisa memutar turbin sehingga bisa menghasilkan listrik. Medan yang menurun tidak membutuhkan energi dari BLDC untuk memutar roda, sebaliknya roda dapat memutar BLDC. Dengan berputarnya BLDC tersebut, maka akan ada listrik yang dihasilkan. Listrik tersebut sejatinya bisa dimanfaatkan untuk mengisi baterai pada motor listrik. Akan tetapi, secara default fitur regeneratifve braking tersebut dinonaktifkan. Jadi, dengan mengaktifkan regenerative braking, sangat menguntungkan bagi penggunanya karena dapat mengisi daya baterai ketika motor sedang dipakai sehingga menambah jarak tempuh motor. Fitur ini bisa diaktifkan dengan setting di controller.
Akan tetapi, dikarenakan listrik yang dihasilkan dari proses reverse charging ini besar, maka baterai yang terpasang haruslah berkapasitas besar yaitu disarankan di atas 50 Ah. Jadi, jika kita masih menggunakan satu baterai atau dua baterai bawaan Gesits, hal ini tidak direkomendasikan karena berbahaya. Baterai maupun controller akan panas dan bisa terbakar atau meledak.
Tidak hanya itu, dengan mengaktifkan fitur ini, sistem pengeraman jadi terbantu dengan adanya engine brake. Sehingga sistem pengereman tidak hanya mengandalkan dari cakram saja.
Dengan demikian, jika mengaktifkan regenerative brake disarankan:
- Atur regeneretative brake yang aman untuk baterai atau gantilah baterai yang berkapasitas besar agar terhindar dari over-charge.
- Gantilah tipe transfer gear menjadi rantai, karena beban gear akan lebih berat.
Mematikan cut off
Fitur cut-off membuat kelistrikan menuju BLDC terputus ketika rem ditarik. Bagi siapa saja yang biasa memainkan rem dan gas secara bersamaan, fitur ini membuat kagok. Apalagi ketika jalan menanjak, kombinasi rem dan gas sangat penting untuk mencegah motor bergerak mundur. Indonesia yang jalannya banyak berupa tanjakan terasa kesulitan dengan adanya fitur cut-off.
Jadi demikianlah tips dari saya untuk modifikasi motor listrik Gesits G1. Beberapa tips tersebut bisa diterapkan pada motor listrik lainnya yang kira-kira sesuai. Semoga bermanfaat.


Gabung dalam percakapan